Teknik Penyajian makanan : Belajar MENYAJIKAN MENU

C. MENYAJIKAN MAKANAN
Menyajikan suatu susunan makanan perlu memperhatikan beberapa hal, yaitu syarat–syarat penyajian makanan, teknik penyajian makanan dan temperatur pada makanan.

a. Syarat –syarat penyajian makanan
Menyajikan makanan sesuai dengan standar penyajian yang ditetapkan dan sesuai dengan jenis makanannya. Untuk memenuhi penyajian yang baik harus menjalankan beberapa kegiatan sebagai berikut:
1) Seluruh jenis makanan panas harus disajikan dengan piring/tempat penyajian yang panas, dan jenis makanan dingin, disajikan dalam piring/tempat penyajian yang dingin.
2) Semua jenis makanan diolah sesegera mungkin (a’la minute) dan harus segera disajikan sesaat setelah diolah, terutama untuk hidangan panas.
3) Semua jenis hidangan yang telah siap dimasak harus ditempatkan ditempat pemanas makanan (bain marie) agar kondisi panasnya tetap dipertahamkan sebelum diporsikan/disajikan.
4) Semua makanan panas harus disajikan dalam keadaan tertutup, dan makanan dingin tidak perlu ditutup kecuali penyajiannya ke kamar atau tempatnya terlalu jauh dengan tempat pengolahan.
5) Semua makanan dingin harus disimpan di tempat ruang pendingin sebelum disajikan.

b. Teknik Penyajian makanan
Teknik penyajian makanan perlu diperhatikan, untuk menetapkan dan menyeragamkan presentasi dan pengaturan makanan agar tetap menarik. Seluruh jenis makanan harus dapat disajikan dalam keadaan menarik. Dalam hal ini pengaturan makanan dapat memanfaatkan komposisi makanan tersebut, terutama dari bentuk, tekstur dan warna makanan. Beberapa ketentuan yang perlu diperhatikan dalam teknik penyajian makanan adalah sebagai berikut:
1) Makanan utama seperti daging harus diletakkan di piring bagian bawah, tempat untuk makanan. Apabila ada simbol atau logo, maka makanan diletakkan di bawah simbol atau logo yang terdapat pada piring tersebut.
2) Makanan pengiring seperti sayuran, diletakkan di atas sebelah kiri dari makanan utama.
3) Saos diletakkan dipiring atau dipisahkan pada tempat saos.
4) Setiap penyajian makanan harus dihias (garnis) dengan bahan dan warna yang serasi dan bahan tersebut dapat dimakan.


Gambar Contoh penggunaan garnis

5) Menyajikan makanan dipiring lodor, misalnya untuk meja prasmanan, penyajian harus tetap menarik dengan tetap dihias dan makanan utama dipisahkan dengan makanan pengiring dan saosnya.
6) Sebelum penyajian, makanan harus diperiksa kembali terutama kebersihan dan peralatannya.

c. Temperatur pada makanan 
 Menyajikan makanan harus sesuai dengan suhu makanan yang tepat. Suhu penyajian makanan yang tidak tepat dapat menurunkan citarasa makanan dan bahkan dapat merusak estetika dari makanan tersebut. Makan yang disajikan panas seperti sup sebaiknya dihidangkan pada temperatur 50oC–65oC. Dengan suhu yang optimal saat menyajian akan dapat mempertahankan citarasa dari makanan tersebut. Makanan yang seharusnya disajikan panas, tapi disajikan dengan suhu yang kurang tepat (lebih dingin) maka selain mengurangi citarasa, juga dapat mengurangi aroma khas dari makanan tersebut.

Aroma makanan merupakan daya tarik dalam mencicipi suatu makanan. Makanan yang disajikan dingin seperti salad, buah- buahan sebaiknya disajikan pada suhu 10oC-15oC. Contohnya pada salad, jika disajikan dengan suhu yang lebih tinggi mengakibatkan saos atau dressingnya melelah, hal ini mengurangi estetika salad yang disajikan serta menurunkan citarasa yang sesungguhnya. Sedangkan makanan yang seharus disajikan dalam keadan beku, disimpan dengan temperatur < 0oC, dan disajikan sesaat akan dihidangkan.

Belajar MENYAJIKAN MENU : Pergertian, Macam

Selengkapnya tentang Belajar MENU PATISERI : PASTRY, CAKE, KUE, ROTI, CANDY, COOKIES, PUDDING, DESSERT

 
Wedding Organizer dan Persewaan alat pesta terlengkap: Tenda Ok Rek | Sound system, tenda / terop, dekorasi, kuade / pelaminan, meja, kursi, peralatan makan, catering, prasmanan, panggung, karpet, taman indoor, piring, sendok, kipas angin, ac, diesel, asesoris, photo, video, wedding, prewedding, lukisan, karikatur, mobil, souvenir.